PRAKIRAAN PASANG SURUT AIR LAUT NUSA TENGGARA TIMUR

TREN RENTANG WAKTU
KOMPARASI HARI
KALENDER FASE BULAN
EKSPOR MATRIKS
LAPORAN POTENSI ROB
💡 Panduan Penggunaan & Cara Membaca Grafik

A. Cara Membaca Dasbor:

  • Sumbu Vertikal (Y): Ketinggian air laut dalam satuan Meter di atas datum LAT (Lowest Astronomical Tide).
  • Sumbu Horizontal (X): Waktu kronologis dalam zona waktu setempat WITA (Waktu Indonesia Tengah).
  • Garis Putus-Putus Hijau: Penanda posisi waktu saat ini (Real-time).
  • Blok Merah Transparan: Peringatan rentang waktu potensi Banjir Rob pesisir.
  • Ikon Fenomena (🔵 / 🟤 / 🟢 / 🔴✨): Tanda fase astronomi pencetus pasang surut ekstrem.

B. Karakteristik Pasut Perairan NTT:

  • Harian Ganda (Semi-diurnal): Dalam 24 jam terjadi 2 kali pasang tertinggi dan 2 kali surut terendah.
  • Spring Tide (Pasang Purnama): Terjadi saat fase Bulan Purnama/Baru, arus laut lebih kencang & pasang sangat tinggi.
|

🌊 PUNCAK PASANG MAKSIMUM

-- m

📍 -- | 🕒 --

📉 TITIK SURUT MINIMUM

-- m

📍 -- | 🕒 --

Jadwal Pasang Surut Harian (Patokan Lokasi Utama)

⬆️ Jadwal Pasang Tertinggi
Waktu Pasang MaksimumKetinggian LAT (m)
⬇️️ Jadwal Surut Terendah
Waktu Surut MinimumKetinggian LAT (m)

Kalender Astronomi Fase Bulan BMKG 2026

Tanggal Puncak Fase Ikon Fenomena Astronomis Dampak Pada Siklus Air Laut

Matriks Data Tabular Pasang Surut

Laporan Bulanan Peringatan Dini Potensi Banjir Rob

SUMBER PRIMER: Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) & Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat 2026.
DISCLAIMER: Seluruh rentang peringatan rob merupakan hasil algoritma kalender astronomis. Ketinggian muka air laut aktual di lapangan dapat berbeda akibat faktor cuaca ekstrem setempat.