KUPANG – Stasiun Meteorologi Maritim Tenau - Kupang, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi ancaman banjir pesisir atau rob. Peringatan kewaspadaan ini ditujukan bagi masyarakat di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur (NTT) dan berlaku efektif mulai tanggal 25 Maret hingga 27 Maret 2026.
Fenomena Pemicu Banjir Pesisir Banjir pesisir (rob) merupakan fenomena naiknya permukaan air laut yang merangsek ke daratan pesisir pantai. Kondisi genangan air laut ini umumnya dipicu oleh fase air laut pasang maupun intensitas curah hujan yang tinggi di sekitar pesisir.
Untuk periode kali ini, peningkatan ketinggian air laut maksimum sangat dipengaruhi oleh dinamika astronomis. Berdasarkan analisis BMKG, terdapat fenomena Fase Bulan Baru yang terjadi pada 19 Maret 2026, disusul oleh Fase Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada 22 Maret 2026.
Pemantauan komprehensif terhadap data prediksi pasang surut (bersumber dari PUSHIDROSAL), dipadukan dengan kondisi cuaca dan kecepatan angin saat ini, menunjukkan bahwa fenomena tersebut dapat secara signifikan memengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT, yang bermuara pada potensi terjadinya banjir pesisir.
Titik Rawan Terdampak BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan status WASPADA terhadap potensi genangan rob yang diprediksi akan melanda empat klaster pesisir utama di NTT pada rentang waktu tersebut. Wilayah yang dipetakan terdampak meliputi:
Dampak Sektoral dan Imbauan Keselamatan Kenaikan pasang air laut ini diproyeksikan akan membawa dampak langsung terhadap berbagai aktivitas vital masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir. Potensi gangguan diprediksi akan memengaruhi kelancaran operasional bongkar muat di area pelabuhan serta aktivitas keseharian warga di kawasan permukiman pesisir. Lebih lanjut, roda ekonomi pada sektor tambak garam dan perikanan darat juga rentan tergenang dan mengalami kerugian.
Sebagai langkah mitigasi, BMKG Maritim Tenau meminta seluruh lapisan masyarakat untuk selalu siaga dan waspada dalam mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut ini. Pastikan untuk selalu memperhatikan dan memperbarui informasi cuaca maritim Anda melalui kanal-kanal resmi BMKG.