KUPANG – BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan para pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan pantauan cuaca maritim terkini, perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi mengalami angin kencang yang memicu peningkatan tinggi gelombang laut.
Pola angin di wilayah NTT secara umum bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 20 knot. Peningkatan kecepatan angin tertinggi terpantau menyapu sejumlah wilayah, meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu – Raijua, Perairan Utara Kupang – Rote, Selat Pukuafu, hingga Perairan selatan Timor - Rote.
Dampak langsung dari angin kencang ini adalah peningkatan gelombang laut. Dalam peringatan dininya, BMKG memprakirakan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di dua wilayah perairan utama, yaitu:
Selat Sumba Bagian Barat
Perairan Selatan Sumba
Menyikapi kondisi laut yang dinamis ini, Stasiun Meteorologi Maritim Tenau mengeluarkan saran keselamatan pelayaran yang ketat. Cuaca saat ini dinilai sangat berisiko terhadap keselamatan pelayaran, khususnya bagi armada berikut:
Perahu Nelayan: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin telah mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Kapal Tongkang: Berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
BMKG memohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir, serta para nahkoda kapal, untuk selalu mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar. Tetap waspada dan perbarui informasi cuaca maritim secara real-time melalui portal resmi, Instagram, maupun WhatsApp pelayanan Stasiun Meteorologi Maritim Tenau.